Perang Ganggu Pasar LNG Global, Taiwan Beralih ke Batu Bara

Taiwan akan meningkatkan pembangkit listrik tenaga batu bara untuk meningkatkan keamanan energi, seiring perang di Timur Tengah menghambat pasokan gas.

Taiwan Power Co, perusahaan utilitas milik pemerintah yang merupakan pemasok listrik utama, akan membeli listrik berbahan bakar batu bara dari pembangkit listrik Mailiao mulai Mei, setelah Unit 1 dan 3 beroperasi penuh. Demikian disampaikan Kementerian Perekonomian.

Pasar energi global terguncang akibat perang antara AS, Israel, dan Iran, yang telah memangkas aliran gas alam cair (LNG) dan minyak mentah. Hal ini memaksa pemerintah untuk lebih bergantung pada bahan bakar fosil paling kotor untuk pembangkit listrik.

Di Asia, Jepang, Korea Selatan, dan Bangladesh semuanya semakin bergantung pada batu bara, sementara di Eropa, negara-negara termasuk Polandia mungkin meningkatkan penggunaan gas batu bara. Jerman, sementara itu, mungkin mengaktifkan kembali pembangkit listrik tenaga batu bara yang telah ditutup.

Taiwan—rumah bagi beberapa produsen cip terkemuka dunia—biasanya mengandalkan LNG untuk sekitar setengah dari pembangkit listriknya dan membeli sekitar sepertiga pasokannya dari Qatar tahun lalu.

Penutupan pabrik ekspor LNG terbesar di Qatar yang dipicu oleh konflik, ditambah dengan penutupan hampir total Selat Hormuz, telah memaksa pulau tersebut mencari alternatif.

Meski pulau tersebut berhasil mengamankan pasokan LNG hingga Mei, dan juga memiliki kesepakatan untuk sekitar setengah dari kebutuhannya pada Juni, pengeluaran tambahan untuk minyak dan gas diperkirakan akan menelan biaya miliaran dolar.

Langkah untuk meningkatkan pembangkit listrik tenaga batu bara bertujuan untuk mengatasi risiko pasokan LNG, sekaligus mengurangi dampak tingginya harga gas terhadap tarif listrik, kata kementerian tersebut dalam pernyataan. Pasokan gas domestik Taiwan masih mencukupi, dan semua unit pembangkit listrik beroperasi sesuai jadwal.

(bbn)

 

 

Source Artikel: www.bloombergtechnoz.com